Cintailah CInta- Dewa
19
Terkadang
kita lupa akan indahnya anugrah sang kuasa yang maha hebatnya. Anugrah sang
kuasa yang dapat mengubah api menjadi es, penjara menjadi istana, dan
benci menjadi rasa sayang. Kita sering melupakan cinta. Kita mendahulukan ego
dan nafsu amarah kita yang ada di dalam diri kita.
Kita
akhirnya tak pedulikan bagaimana caranya kita mencintai satu sama lain sebagai
manusia. Kita lupa memanusiakan manusia dan menganggap satu manusia dengan
manusia yang lain adalah makhluk berbeda. Padahal kita dilahirkan sebagai
makhluk paling sempurna di dunia ini.
Itu
karena kita lupa pada cinta. Kita lupa bahwa di mata Tuhan tak ada bedanya
manusia satu dengan lainnya. Dengan demikian kita akhirnya mudah terombang
ambing satu dengan lainnya. Karena kosongnya hati kita.
Hati
kita yang kosong tak pernah kita siram dengan indahnya rasa kasih sayang dan
belas kasih antar sesama manusia. Akhirnya kebencian merasuki diri kita.
Kita
dimabukkan dengan kebencian yang meraja lela. Kita sesama manusia saling
membenci. Hanya karena beda pendapat akhirnya kita saling membenci. Pandangan
yang tidak sama kita benci. Tak ada kata rukun dalam kamus kehidupan kita.
Dan
akhirnya kita terlena dengan kebencian demi kebencian yang meracuni hati dan
jiwa. Sehingga kata damai hanya menjadi dongeng dan harapan.
Komentar
Posting Komentar