Hidup Hanya Sekali




Sesekali jika aku membaca artikel tentang keuangan, aku terpikir. "Hmm, hidup itu cuma sekali yaa ternyata. Bukan berkali-kali setelah mati lalu hidup lagi dengan harta yang sudah kita kumpulkan sebelumnya. Harta yang sudah kita kumpulkan, setelah mati hanya dinikmati oleh ahl waris."

Konyol bukan?

Entah dari mana aku bisa berpikiran konyol seperti itu. Tapi entah kenapa rasanya aku ingin selalu berasa muda tak pernah menua bersama waktu. Menikmati jerih payah dan kepingan receh demi receh yang selama ini yang aku dapatkan.

Tapi tentu saja itu tidak mungkin. Karena kita sudah ditakdirkan untuk pasti menjelajahi ruang dan waktu dengan sedemikian rupa hingga pada akhirnya akan menua dan tak berdaya lalu hilanglah segalanya.

Dan itulah mengapa kita hidup di dunia ini. Kita ditakdirkan hidup untuk memberikan tongkat estafet yang akan hidup setelah kita dan juga mempersiapkan kehidupan yang pasti akan kekal abadi di akhirat nanti.

Yang pasti kita tak akan pernah tahu apa yang akan kita dapatkan di akhirat nanti.  Akankah kita menerima catatan amal kita dari kiri ataupun dari kanan. Yang pasti kita ditugaskan untuk mempersiapkan itu semua.

Karena harta yang kita bawa di akhirat adalah catatan amal ibadah kita yang kita lakukan selama hidup. Karena itu mari perbanyak segala kebaikan kita. Karena setiap perbuatan kebaikan sekecil apapun pasti diperhitungkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Program Invers Matriks 3x3 dengan VB 6

Dan Akhirnya

Merasakan Kehilangan