Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Dan Akhirnya

Dan pada akhirnya setelah sekian tahun kita terus bersama kita tiba pada titik jenuh. Titik di mana kita memilih suatu pilihan hidup. Kita berada pada suatu persimpangan jalan. Kita saling memilih untuk berkarir di ibukota. Aku ibukota provinsi Jawa Timur, kau di ibukota negara. Perpisahan saat itu memang terasa cukup menyakitkan. Setelah sekian lama kita tak berpisah, pada akhirnya kita memilih jalan kita masing-masing. Rindu sudah pasti aku juga merasakannya. Mungkin begitu juga dengan kau. Lelah ingin berpaling terkadang terpikir. Tapi aku harus tetap pada pendirianku. Hingga pada akhirnya kita harus memilih. Akhirnya kita berpisah. Kita menyelesaikan hubungan yang telah kita bangun bersama. Kita lelah. Kita tak bisa melanjutkan kembali. Dan entah bagaimana nanti kita tak pernah tahu bagaimana akhir kehidupan kita.

Kepadamu Yang Dulu

Entah ada angin apa, tiba-tiba aku teringat kau. Jika diingat membuatku tertawa sambil tersenyum kecil. Sungguh lucu jika aku mengingatnya.  Aku masih ingat bagaimana awal mula kita berkenalan. Kita sama-sama ingin berkuliah di salah satu institut negeri di Surabaya, kampus yang berlogo tugu pahlawan. Kamu ingin menjadi ahli kapal, aku ingin menjadi programer. Akan tetapi sayangnya aku malah masuk ke jurusan teknik elektro. Aku masih ingat bagaimana pertama kali kita bertemu. Pada mulanya aku iseng kirim miss-call kamu. Dan kamu bertanya siapa aku? Dan aku jawab "hantu". Dan pada akhirnya kitapun bertemu. Pada saat pertama kali aku bertemu, aku berpakaian rapi. Dengan menggunakan baju polo shirt dan jam tangan serta sepatu. Aku tampak seolah akan bertemu tamu yang amat penting. Kitapun menjalani hubungan selama lima tahun lamanya. Banyak hal yang menyedihkan dan menyenangkan yang pernah kita lalui. Apakah hal menyenangkan yang paling kau suka yang pernah kita lalui...

Hidup Hanya Sekali

Sesekali jika aku membaca artikel tentang keuangan, aku terpikir. "Hmm, hidup itu cuma sekali yaa ternyata. Bukan berkali-kali setelah mati lalu hidup lagi dengan harta yang sudah kita kumpulkan sebelumnya. Harta yang sudah kita kumpulkan, setelah mati hanya dinikmati oleh ahl waris." Konyol bukan? Entah dari mana aku bisa berpikiran konyol seperti itu. Tapi entah kenapa rasanya aku ingin selalu berasa muda tak pernah menua bersama waktu. Menikmati jerih payah dan kepingan receh demi receh yang selama ini yang aku dapatkan. Tapi tentu saja itu tidak mungkin. Karena kita sudah ditakdirkan untuk pasti menjelajahi ruang dan waktu dengan sedemikian rupa hingga pada akhirnya akan menua dan tak berdaya lalu hilanglah segalanya. Dan itulah mengapa kita hidup di dunia ini. Kita ditakdirkan hidup untuk memberikan tongkat estafet yang akan hidup setelah kita dan juga mempersiapkan kehidupan yang pasti akan kekal abadi di akhirat nanti. Yang pasti kita tak aka...

Menikmati Malam

Kala malam, sering kita sendiri menikmati kesunyian bersama bintang-bintang. Menikmati suara binatang malam. Menikmati kesendirian. Ada satu waktu di akhir malam saat kita terjaga. Suatu waktu di mana Allah turun ke langit bumi. Mendengar curhatan kita. Yaitu dua pertiga malam untuk melakukan solat tahajud. Di mana Allah mendengar doa kita dan salah satu waktu yang dihijabahi doa kita. Mengapa dipilih malam hari? Karena Allah menginginkan waktu yang intim hanya untuk kita dan Allah berdua. Setelah seharian penuh kita diperas habis-habisan tenaga kita, Allah merindukan suara hambanya yang memohon sambil meneteskan air matanya. Mungkin terkadang sulit bagi kita menyempatkan diri untuk bangun di akhir malam. Tapi setidaknya kita harus berusaha agar tidak melewatkan kesempatan berdua ini. Kita sempatkan diri untuk berkomunikasi secara intim berdua dengan Allah. Melupakan sejenak permasalahan dunia yang sedang kita hadapi. Bersujud dan memohon pertolongan Allah.

Cintailah Cinta

Tuhan anugerahi sebuah cinta Kepada manusia untuk Dapat saling menyayangi Bila kebencian meracunimu Takkan ada jalan keluar Damai hanya jadi impian Cintailah CInta- Dewa 19  Terkadang kita lupa akan indahnya anugrah sang kuasa yang maha hebatnya. Anugrah sang kuasa yang dapat mengubah api menjadi es,  penjara menjadi istana, dan benci menjadi rasa sayang. Kita sering melupakan cinta. Kita mendahulukan ego dan nafsu amarah kita yang ada di dalam diri kita. Kita akhirnya tak pedulikan bagaimana caranya kita mencintai satu sama lain sebagai manusia. Kita lupa memanusiakan manusia dan menganggap satu manusia dengan manusia yang lain adalah makhluk berbeda. Padahal kita dilahirkan sebagai makhluk paling sempurna di dunia ini. Itu karena kita lupa pada cinta. Kita lupa bahwa di mata Tuhan tak ada bedanya manusia satu dengan lainnya. Dengan demikian kita akhirnya mudah terombang ambing satu dengan lainnya. Karena kosongnya hati kita.  Hati kita yang koso...

Sekotak Coklat

Ada sebuah kutipan kalimat mutiara menarik dari sebuah film favoritku, yang berjudul Forest Gump. Kurang lebih isi dari kalimat mutiaranya berbunyi “ Ibuku selalu berkata, hidup bagaikan sekotak coklat. Kita tak pernah tahu apa yang akan kita ambil”. Aku sangat mennyukai kata mutiara ini. Karena kata mutiara inilah yang membuatku bangkit ketika tidak ada lagi ide untuk menulis. Jujur saja, ketika aku akan menulis aku tidak tahu apa yang akan aku tuliskan untuk hari ini. Hingga akhirnya aku membuka aplikasi Microsoft Word, dan mulai memainkan jari jemariku pada papan ketik di laptopku. Terkadang dalam hidup kita bingung tentang apa yang akan kita lakukan. Kita terlalu lama terduduk terhening dalam lautan imajinasi yang begitu indah. Yang tak jarang membuai kita dalam zona nyaman yang tiada henti. Kita hanya terpikir untuk berbuat tapi tidak tahu apa yang harus dimulai. Dalam sejarah manusia, begitu banyak penemuan hebat ditemukan. Ilmuwan tak akan pernah dapat menemuk...